CINTA BUTUH UNGKAPAN VERBAL

ilustrasi pasangan cinta © ultraupdates.com

“Ya Rasulullah..” kata Aisyah suatu hari, “jika engkau punya kambing, lalu ada dua padang rumput, yang satu masih hijau rumputnya dan belum pernah dimakan oleh kambing mana pun. Sedangkan satunya lagi sudah pernah diinjak-injak oleh kambing lain, ke mana engkau akan menggembalakan kambing-kambingmu?”

“Tentu aku akan menggembalakan kambingku ke taman yang masih hijau.” Jawaban Rasulullah ini membuat pipi Aisyah memerah.

Mengapa Aisyah bertanya kepada Rasulullah dengan bahasa metafora seperti itu? Apakah Aisyah tidak tahu bahwa Rasulullah sangat mencintainya? Aisyah tahu betul itu. Tetapi, cinta itu membutuhkan ungkapan verbal. Ungkapan verbal itu adalah penegasan dan penegasan yang diperlukan oleh seorang wanita sebagai bukti bahwa ia benar-benar dicintai.

Dan Rasulullah, beliau tahu betul itu. Karenanya, beliau sering menyatakan cintanya secara verbal. Beliau memanggil Aisyah dengan “humaira.” Betapa Aisyah sangat senang dijuluki suaminya “wanita yang pipinya kemerah-merahan.”

Karena cinta butuh ungkapan verbal, seorang suami dianjurkan menyatakan rasa cinta dan sayang kepada istrinya. Bahkan, suami juga perlu sekali-kali menggombal dan merayu istrinya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa segala hal yang melalaikan seorang muslim dari dzikir adalah bathil kecuali empat hal, salah satunya, bercanda-ria dengan istri.

Terkadang, wanita itu berusaha menyembunyikan kesukaannya terhadap ungkapan cinta dan sanjungan suami. Ia menampikan reaksi bisa saja. Seperti tidak ada apa-apa. Tetapi jika diperhatikan, beberapa menit kemudian ia akan memikirkan ungkapan cinta dan sanjungan dari suaminya.

Saat suami mengatakan “Sayang, I love you. Kamu makin cantik,” mungkin istri akan menjawab, “Gombal ah.” Tapi coba perhatikan beberapa saat kemudian. Ia menuju ke kamar. Lalu ia berdiri di depan cermin. Diam. Cukup lama ia memperhatikan bayangannya. Ditelitinya dari ujung jilbab hingga pakaian bawahnya. Ia memandangi wajahnya sendiri dan menjadi percaya diri bahwa dirinya memang cantik dan dicintai suami.

Demikianlah wanita. Dan demikianlah salah satu formula menjaga cinta tetap menyala. Maka Rasulullah pun menasehatkan dalam sebuah haditsnya agar jika kita mencintai seseorang, kita mengatakan cinta tersebut kepadanya. Sudahkah Anda melakukannya pada istri tercinta?

Incoming search terms:

Reply