3 CARA SEDERHANA MENJAGA CINTA

ilustrasi cinta © ltips.net

Hubungan penuh cinta adalah dambaan setiap suami istri. Setiap pasangan pasti ingin merasai dan menjaganya. Agar tidak pudar, agar tidak lapuk seiring bertambahnya usia.

Untuk menjaga cinta, tidak selalu harus ditempuh cara-cara yang rumit. Hal-hal sederhana pun bisa menjadi pupuk bagi cinta agar tetap bersemi dan tumbuh meninggi. Berikut ini tiga diantaranya:

BERTERIMA KASIH

Cara pertama untuk menjaga cinta adalah membiasakan berterima kasih kepada pasangan. Setiap suami pasti berjasa bagi istrinya. Pun setiap istri pasti berjasa bagi suaminya. Setiap suami pasti berbuat baik kepada istrinya. Pun setiap istri pasti berbuat baik kepada suaminya.

Untuk setiap kebaikan itu, seseorang perlu berterima kasih kepada pasangannya. Dalam hadits disebutkan, siapa yang tidak bisa berterima kasih kepada manusia, dia tidak bisa bersyukur kepada Allah.

Alangkah indahnya saat seorang suami berterima kasih kepada istrinya karena telah memasakkannya. Berterima kasih kepada istri karena telah mendidik anak-anaknya. Berterima kasih karen telah berhias untuknya. Dan seterusnya.

Demikian pula alangkah indahnya ketika seorang istri berterima kasih kepada suami atas nafkah yang diberikannya, atas perhatiannya kepada dirinya dan anak-anaknya, atas usahanya memimpin keluarga, dan seterusnya.

Terima kasih ini merupakan apresiasi atas kebaikan pasangan. Ketika seorang suami berterima kasih kepada istrinya, hal itu membuat istri merasa diperhatikan, dicintai, dan dihargai kebaikannya. Terima kasih juga merupakan bentuk pengakuan tulus kepada pasangan bahwa ia menjadi lebih baik dengan keberadaan pasangan di sampingnya. Apresiasi dan ketulusan ini membuat hubungan suami istri semakin erat dan cinta mereka semakin kuat.

MINTA MAAF

Tiada seorang pun di dunia ini yang bersih dari kesalahan dan kekhilafan, kecuali Nabi yang ma’shum (dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala). Suami istri juga begitu. Sekuat apapun cinta mereka, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan.

Nah, saat suami atau istri melakukan kesalahan, segeralah minta maaf. Kebiasaan segera meminta maaf atas kesalahan, kekurangan dan kekhilafan ini merupakan salah satu cara menjaga cinta. Mengapa? Sebab dengan meminta maaf, seseorang telah membuka diri bahwa ia telah melakukan kesalahan atau terpeleset dalam kekhilafan. Dan ini adalah bukti penyesalan dan sinyal perbaikan. Bahwa dirinya tak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Jika hati diibaratkan kaca, meminta maaf adalah membersihkan kaca dari noda-noda yang mengenainya. Tersebab segera dibersihkan begitu noda menempel padanya, jadilah kaca itu selalu bersih. Jadilah hati itu selalu bening.

Sebaliknya, enggan meminta maaf laksana menumpuk sampah. Makin lama ia makin banyak, kotor, berbau. Dan pada titik tertentu ia akan meledak dan memporakporandakan bangunan cinta.

Tidak sedikit keluarga yang berantakan bukan karena masalah besar. Tetapi karena masalah kecil yang terus menumpuk. Satu kesalahan, disusul satu kesalahan, ditambahi satu kesalahan dan seterusnya. Karena tak ada permintaan maaf, hubungan pun semakin renggang dan kemudian pecahlah perselisihan, hubungan menjadi berantakan.

MEMAAFKAN

Kesadaran bahwa seorang manusia tidak bisa lepas dari kesalahan dan kekhilafan juga membuat kita lebih mudah memaafkan pasangan kita. Dan saat kita berhasil memaafkan seseorang, maka tak ada lagi jarak psikologis dan beban di hati. Dengan demikian, ruang hati yang sangat luas dapat ditempati oleh cinta dan hubungan suami istri menjadi sangat dekat karenanya.

Ketiga hal ini adalah hal-hal sederhana. Bukan sesuatu yang rumit dan membutuhkan banyak biaya. Namun saat kita menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan berumah tangga, insya Allah ketiga hal ini dapat menjaga cinta.

Incoming search terms:

Reply