Bocah Suriah Ini Ingin Donorkan Matanya Untuk Sang Ayah, Sedih Bacanya

Mamun Khalid Nasir (27), seorang warga Suriah yang selamat dari serangan bom namun mengalami cedera parah yang membuatnya terbaring di tempat tidur.
Setahun yang lalu sebuah bom barrel yang dijatuhkan oleh helikopter pasukan rezim Assad di kota Idlib telah mengenai Mahmud.
Ayah lima anak itu telah kehilangan kaki, penglihatan dan kemampuan mendengarnya akibat serangan bom itu.
Nasir, istrinya, anak-anaknya dan ibunya mengungsi di selatan Turki sejak Desember.
“Putra saya tidak bisa berjalan, berbicara dan mendengar setahun yang lalu,” kata Wafa Awwad (49), kepada Anadolu Agency (AA) pada Sabtu (23/1/2016).
“Namun ia ditakdirkan terbaring di tempat tidur. Kami berusaha untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan kelima anak. Kadang-kadan para tetangga membantu kami. Kami datang ke distrik Reyhani di provinsi Hatay untuk menyelamatkan nyawa kami,” tambahnya.
Putri Nasir yang berumur lima tahun memohon para dokter Turki untuk menolong ayahnya. Ia bahkan rela jika harus mendonorkan matanya demi ayah tercinta.
“Ayahku tidak bisa melihatku dan ini membuatku sedih,” katanya. “Ambillah mataku dan berikan kepada ayahku. Aku ingin ia bisa melihatku dan mencintaiku. Allah tidak akan memisahkan kami. Aku sangat mencintainya.”
Penderitaan yang dialami oleh keluarga Nasir ini hanyalah salah satu dari sekian penderitaan yang dialami warga Suriah yang dilanda perang. (makintau)

Incoming search terms: