Wara’, “Menjauhkan Diri dari Dosa, Maksiat dan Perkara Syubhat”

Wara’, “Menjauhkan Diri dari Dosa, Maksiat dan Perkara Syubhat” 

HIDUP ini penuh dengan rintangan. Banyak sekali hal-hal yang dapat memasukkan kita ke jalan yang salah yang bertentangan dengan agama. Agar kita tidak terkena oleh hal-hal semacam itu, maka kita harus hati-hati dalam menjalani kehidupan. Yang biasa kita sebut dengan sebutan wara’.

Al-Faqih berkata: Muhammad bin Al Fadl menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, Ibrhaim bin Yusuf menceritakan kepada kami, Abu Ja’far menceritakan kepada kami dari Sa’id dari Qatadah, di mana ia berkata, “Abdullah bin Mathraf berkata, ‘Bisa jadi kamu bertemu dengan dua orang, di mana yang satu lebih banyak berpuasa, shalat dan shadaqah, sedangkan yang lain lebih banyak mendapatkan pahala padahal puasa, shalat dan shadaqahnya lebih sedikit daripada orang yang pertama tadi’. Lalu ada seseorang yang bertanya kepadanya, ‘Bagaimana kok bisa begitu?’ Qatadah menjawab,’Orang yang kedua itu lebih wara’ (menjaga diri dari dosa, maksiat dan perkara syubhat).

Al Faqih berkata: Muhammad bin Dawud menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Yusuf menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Aban menceritakan kepada kami dari Abu Mi’syar dari Umarah bahwasanya ia berkata:


“Ketika Abdullah bin Rawahah akan berangkat ke perkampungan Mu’tah ia berkata, Wahai Rasulullah, berilah saya nasihat.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kamu akan mendatangiorang yang sedikit sujud, maka perbanyakah sujud.’ Ia berkata, ‘Tambahkanlah (nasihat) untuk saya.’ Beliau bersabda, ‘Berdzikirlah kepada Allah karena yang demikian itu merupakan bantuan bagimu tehadap apa yang kamu cari.’ Kemudian ia berabgkat lalu kembali lagi kepada beliau dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, tambahkanlah (nasiha) untuk saya.’ Beliau bersabda, ‘Berdzikir kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya Allah Ta’ala itu witir (ganjil), suka pada (shalat) witir.’ Ia berkata, ‘Tambahkanlah nasihat untuk saya.’ Beliau bersabda, ‘Ya jangan malas, janganlah malas, janganlah malas, jika kamu melakukan sepuluh kesalahan, (hendaknya) kamu melakukan satu kebaikan’.”


Dari Al Hasan dari Imran bin Al Husain ra., bahwasanya Nabi SAW bersabda:


“Allah Ta’ala berfirman, ‘Hamba-Ku kerjakanlah apa yang Aku fardlukan atasmu, niscaya kamu menjadi orang yang paling (banyak) beribadah. Tinggalkanlah apa yang Aku larang untukmu, niscaya kamu menjadi orang yang paling wara’. Dan puaslah dengan apa yang Aku karuniakan kepadamu, niscaya kamu menjadi orang yang paling kaya.”
Diriwayatkan dari Fudlail bin ‘Iyadl ra., bahwasanya ia berkata, “Lima hal termasuk tanda kebahagiaan yaitu:


1. Yakin dalam hati.
2. Wara’ dalam agama.
3. Zuhud dalam dunia.
4. Malu dalam kedua mata.
5. Takut kepada Allah dalam seluruh anggota badan.

Incoming search terms: