Kisah Nyata Seorang Jilbabers Yang Ingin Keliling Dunia

MARAK propaganda mendorong wanita-wanita berjilbab untuk keluar rumah keliling dunia. Mengunjungi berbagai tempat, di berbagai negara. Atas nama kemandirian, jilbaber juga bisa melakukan berbagai aktivitas tanpa harus terkungkung dengan hijabnya.

Maka, dikumpullah berbagai ‘cerita perjalanan unik’ yang disebut sebagai kisah seru. Travel inspirasi bagi wanita berhijab. Sendirian, tak terhalang jilbabnya berhasil mengunjungi berbagai negara. Keren banget! Begitu puja puji yang terlontar.

Wanita-wanita lainpun berlomba. Mereka ingin menginjakkan kaki ke Eropa, Amerika atau di belahan bumi lainnya.
Sendirian?
Akh, siapa takut. Berhijab bukan berarti terbelunggu bukan? It’s cool! Seru yang lain menyemangati.

Ada yang salah?
Sekilas tak ada yang salah. Mendorong wanita-wanita terlebih yang telah berhijab keluar meninggalkan rumah-rumah mereka. Kita lupa, bahwa segala aktivitas telah diatur dalam agama kita. termasuk dalam melakukan perjalanan.

Namun, malangnya kita lebih percaya propaganda manusia.
Manut tulisan-tulisan manusia di setiap halaman buku panduan travel. Bukan pada kata-kata Allah Ta’ala yang telah disampaikan dengan lengkap dan jelas oleh Nabi kita shallallalu alaihi wa sallam pada kita ummatnya.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push();
HARI GINI TINGGAL DI RUMAH?
TAK BISA KEMANA-MANA?
APA YANG ADA DALAM PIKIRANMU?
INI ZAMAN INTERNET, ERA INFORMASI. JANGAN KAKU!
DULU SIH BISA DIMAKLUMI KALAU WANITA DI RUMAH SAJA. SEBAB, KONDISI RELATIF TAK AMAN. TRANSPORTASI TAK SELANCAR SEKARANG.

KELUAR SANA!
LIHAT DUNIA! BERJILBAB BUKAN BERARTI TERPENJARA DI RUMAH.
JANGAN JADI KUNO AKH! DUNIA INI TERLALU LUAS UNTUK KAU BERDIAM D DI SITU-SITU SAJA.

Kata-kata propaganda itu santer terdengar. Seperti iklan yang diputar berulang-ulang. Mencuci otakmu. Hingga kau percaya dan meninggalkan kebenaran yang diajarkan agamamu.

Yah, perlahan namun pasti wanita-wanita dikeluarkan dari rumah-rumah mereka. Dan, kita akan akan diajarkan memaklumi kemungkaran, dibiasakan toleransi hingga merasa tak ada yang salah dengan kemungkaran itu.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama makhramnya. Jangan pula ada seorang laki-laki yang menemuikan kecuali bila disertai makhramnya.” (HR. Bukhari no. 1763 dan Muslim no. 1341)

Incoming search terms: