Para Wanita, Baper lah pada Tempatnya

Istilah baper alias ‘bawa perasaan’ biasanya cocok sekali disematkan pada para wanita yang perasaannya sensitif.
Disinggung sedikit saja langsung sakit hati. Diomongin sebentar saja nangisnya bisa berbulan-bulan.
Wanita memang gampang sekali baper, yang jadi masalah… Seringkali bapernya tidak pada tempat yang tepat.
Baper sebenarnya sangat boleh, bahkan harus ketika kita melihat kondisi muslimin yang kelaparan di Suriah atau Somalia, baper juga wajib saat kita mengetahui kondisi muslimin di Gaza Palestina.
Kita juga perlu baper ketika mengetahui kondisi Indonesia yang darurat bencana seperti saat ini. Banjir di mana-mana, longsor, bahkan juga serangan LGBT yang menggila hingga meracuni anak-anak. Boleh lah baper merasa sedih, khawatir untuk permasalahan bangsa, yang mudah-mudahan pada akhirnya baper tersebut menggerakkan untuk berbuat sesuatu untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.
Akan tetapi, banyak wanita yang justru gampang baper hanya untuk urusan sepele. Misalnya, saat ngobrol dengan mertua, ada ucapan yang tidak disenangi sedikit saja langsung tersinggung. Suami tak ingat hari ulangtahun, langsung baper.
Padahal kalau bisa mengontrol diri supaya tak mudah baper in syaa Allah hidup akan lebih mudah dan damai.
Maka… mulailah belajar mengendalikan diri, baper lah pada tempatnya, baper yang sesuai syariah. Baper yang disukai Allah.