MENGENAL PMS DAN CARA MENGATASINYA

MENGENAL PMS DAN CARA MENGATASINYA

     Menjalani hidup sebagai wanita itu tidaklah mudah, karena wanita menghadapi beberapa kejadiaan yang tidak akan dialami oleh pria seperti menstruasi dan melahirkan. Dan itulah istimewahnya seorang wanita. Beberapa kaum laki-laki beranggapan bahwa wanita itu sulit untuk dimengerti karena mempunyai emosi yang labil. Kadang bahagia namun beberapa menit kemudian marah-marah tidak jelas bahkan sampai menangis. Bukan cuma laki-laki yang bingung namun terkadang wanita sendiri juga bingung, “kok bisa aku seperti itu yah?” Keadaan yang seperti itu bisa jadi merupakan tanda-tanda akan datangnya tamu bulanan atau yang biasa disebut dengan istilah PMS ( Sindrom Pra Menstruasi)
   Sindrom pra menstruasi  itu sendiri merupakan suatu kondisi yang terdiri dari kumpulan gejala fisik, emosi dan perilaku yang dialami oleh wanita sebelum datangnya siklus menstruasi yang dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu.

MENGENAL PMS DAN CARA MENGATASINYA 

Gejala PMS

     Gejala PMS mulai dirasakan 6-10 hari menjelang menstruasi berupa gejala fisik maupun psikis yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari namun akan menghilang setelah menstruasi.
          Gejala fisik diantaranya jerawat; nyeri pada kepala, punggung, perut bagian bawah, Gangguan saluran pencernaan (kembung), diare dan perubahan nafsu makan.
          Gejala emosi dan perilaku seperti mood menjadi labil, malas, mudah tersinggung, depresi, kecemasan, konsentrasi terganggu, dan sulit tidur.

Tipe-tipe PMS

a.       PMS tipe Anxiety. Ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitive, saraf tegang dan perasaan labil. Gejala ini timbul karena ketidakseimbangan hormone estrogen dan progesterone. Untuk penderita PMS Anxiety sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan yang berserat dan mengurangi konsumsi kafein.
b.      PMS tipe Hyperhidration. Ditandai dengan gejala edema, perut kembung, pembengkakan pada tangan dan kaki serta berat badan meningkat sebelum haid.Untuk penderita PMS Hyperhidration dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula.
c.       PMS tipe Craving. Ditandai  dengan rasa lapar, ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Rasa ingin mmengkonsumsi makanan yang manis disebabkan oleh stress, tidak terpenuhinya asam lemak esensial, atau kurangnya magnesium.
d.      PMS tipe Depression. Ditandai dengan rasa ingin menangis, depresi, gangguan tidur, sering lupa, bingung, verbalisasi (sulit mengucapkan kata-kata) bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri. PMS tipe depression berlangsung bersamaan dengan PMS tipe anxiety.

Penyebab PMS

Meski penyebab pasti PMS belum diketahui namun ada beberapa faktor yang berhubungan dengan PMS yaitu:
a.       Faktor hormonal
     Terjadinya ketidakseimbangan antara kadar hormone estrogen dan progesterone. Dimana hormone estrogen lebih banyak hingga melampaui batas normal sedangkan hormone progesterone yang kadarnya menurun.
b.      Faktor kimiawi
     Kadar serotonin yang sering berubah-ubah. Dimana aktivitas serotonin berhubungan dengan gejala depresi, kecemasan, kelelahan, agresif dan lain sebagainya.
c.       Faktor psikologis
      Tekanan psikologi dan stress sangat besar pengaruhnya terhadap PMS.
d.      Faktor aktivitas fisik
      Kurang olahraga dapat memperberat PMS.
e.       Diet
      Kebiasaan makan yang dapat memperberat gejala PMS seperti makanan olahan, coklat, tinggi gula dan garam, minuman berkafein. Makanan yang mengandung garam tinggi memicu penumpukan cairan dan minuman yang berkafein seperti kopi dan teh dapat mempengaruhi mood seseorang. Selain itu karena kekurangan zat gizi seperti kurang vitamin B, vitamin E, vitamin C, magnesium, dan kalsium.

Cara Mengatasi PMS   

     Untuk dapat mengurangi atau  menghilangkan gejala PMS, wanita harus memperbaiki gaya hidup dengan menjaga pola makan yang sehat, memenuhi kebutuhan harian micro nutrient (kalsium, magnesium, vitamin B), meningkatkan aktivitas fisik serta menghindari stress.
a.       Pola makan
    Selama periode PMS terdapat gangguan pengambilan glukosa untuk energi, untuk itu disarankan untuk sering makan namun dalam porsi kecil.
b.      Micro Nutrient
–  Kalsium. Asupan tinggi kalsium dengan jumlah 1.336 mg/hari  dapat memperbaiki gejala gangguan mood, nyeri dan retensi air selama siklus menstruasi. Sumber utama kalsium berasal dari susu, yogurt dan keju.
–  Magnesium. Asupan harian yang direkomendasikan untuk magnesium adalah 250 mg/ hari. Sumber magnesium terbaik adalah sayuran hijau seperti bayam. Sumber lainnya seperti kacang, gandum, kedelai, alpukat dan pisang.
–  Vitamin B. Vit.B6 dapat membantu meringankan depresi dan gelisah yang terkait dengan PMS. Dosis vit. B6 yang direkomendasikan yaitu 50-100 mg per hari. Makanan sumber utama vit. B6 meliputi wortel, bayam, kacang polong, telur dan daging.
c.  Aktivitas fisik / olahraga
           Beberapa mekanisme biologis dapat menjelaskan hubungan aktivitas fisik dengan PMS. Aktivitas  fisik dapat meningkatkan endorphin, menurunkan estrogen dan hormone steroid lainnya, meningkatkan transportasi oksigen dalam otot, mengurangi kadar kortisol dan meningkatkan keadaan psiologis. Semua itu mendukung hubungan terbalik aktivititas fisik dengan PMS, dimana makin teratur aktivitas fisik  makan akan semakin berkurang keparahan PMS.
By Innah Hanur