8 Kesalahan ini biasanya dilakukan para pencari kerja saat menulis CV

Intinya, jika kamu mau membuat CV kamu harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berkreasi boleh, tapi cukup sewajarnya saja.


Mencari kerja saat ini rasanya sangat susah sekali jika tidak ditunjang kemampuan yang benar-benar memadai. Apalagi bidang pekerjaan yang ada saat ini jumlahnya tidak sepadan jika dibandingkan jumlah pelamar kerja sekarang yang makin hari makin membludak.

Salah satu hal pertama yang dilihat oleh HRD perusahaan terhadap para pelamar kerja tentu saja Curriculum Vitae (CV) atau data diri. Sayang banyak pelamar kerja yang terkadang menulis CV sesuka hati atau sembarangan dan berakibat tak dilirik oleh HRD. 

Berikut 8 kesalahan pencari kerja dalam menulis CV, seperti dilansir brilio.net dari dailymail, Senin (21/9):

1. Banyak typo atau salah tulis
Ini penting sekali dalam menulis CV yakni ketelitian. Bagaimana bisa kamu diterima menjadi karyawan jika untuk menulis data dirimu saja masih banyak kesalahan? Tentu perusahaan akan memilih mereka yang benar-benar teliti dan cakap dalam tulisan maupun lisan.

2. Sering memakai bahasa gaul
Sering kita temui dalam berbagai CV ada banyak pelamar kerja yang tidak tahu bahasa baku dalam menulis. Kata-kata gaul mereka masukkan begitu saja. Seperti contoh, “Performa oke”, kata oke ini terlalu gaul, sebaiknya diganti dengan performa bagus.

3. Pakai motto hidup atau jargon
Sering kita temui banyak pelamar kerja yang membubuhkan motto atau jargon mereka di CV. Padahal itu tidak terlalu penting, yang penting hanyalah apa kemampuan dan kelebihanmu. Apalagi kalau mottonya terdengar norak, duh bikin males kan?

4. Memakai banyak hiasan atau bingkai
Banyak orang yang terkadang menyertakan banyak bingkai maupun kotak-kotak dan kolom dalam CV. Belum lagi ditambah dengan background yang bermacam-macam agar tidak terlalu polos kelihatannya. Hal ini sebenarnya tidak perlu, banyaknya kotak terkadang akan membuat HRD pusing dan malas membacanya.

5. Menulis dengan subjek orang ketiga
Ini juga kesalahan besar, dalam menulis CV sangat tidak dianjurkan menulis dengan subjek kata ketiga seperti dia atau mereka. Sebaiknya pakai subjek orang pertama yang formal yakni saya.

6. CV lebih dari dua halaman
Ini biasanya sering terjadi pada para fresh graduate yang aktif di kampus. Saking bersemangatnya, mereka menulis seluruh organisasi, prestasi hingga seminar apa saja yang diikuti hingga membutuhkan banyak halaman. Padahal itu tak perlu. Yang perlu ditekankan sebenarnya hanyalah pengalaman kerja dan kemampuan. Organisasi boleh ditulis namun tidak harus semua, pilih yang benar-benar mampu menunjang kemampuanmu.

7. Pakai email alay
Melamar kerja jangan sampai menggunakan email yang aneh maupun alay seperti contoh, aqoe_imoet@yahoo.com dll. Cukup yang alay-alay itu kamu gunakan di media sosial saja. Untuk melamar pekerjaan buatlah email baru yang simpel seperti menggunakan nama aslimu dan tidak terlalu panjang.

8. Font yang aneh-aneh
Ada beberapa orang yang terkadang suka bermain-main font saat menulis. Namun jangan ulangi kebiasaan itu saat menulis CV. Sangat tidak dianjurkan memakai font yang susah dibaca dan terlihat kekanak-kanakkan. Pakailah font normal seperti Times New Roman, Helvetica atau Garamond.